Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkankan kehadirat Allah SWT karena atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah telah memperbaharui halaman situs website sebagai salah satu fungsi pelayanan untuk informasi dan promosi bagi masyarakat ekonomi produktif serta masyarakat luas guna kepentingan usaha maupun kepentingan  lainnya.

Ini sesuai dengan komitmen pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk memberdayakan koperasi dan pengusaha kecil dan menengah sebagai kekuatan ekonomi rakyat agar mampu turut serta memasuki arus utama (main stream) perekonomian nasional bersama dengan pelaku ekonomi yang lain yang kondisinya relatif lebih baik dan mampu bertahan dalam krisis keragaman global saat ini. Dengan memperbaharui tampilan content website diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik dan lebih mudah tentang keberadaan Koperasi berpotensi dan UKM Unggulan di Kabupaten Probolinggo, sekaligus sebagai sarana komunikasi dan layanan informasi untuk meningkatkan pangsa pasar Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Namun tidak itu saja, website ini diharapkan dapat digunakan sebagai media interaksi sekaligus data informasi serta promosi kemitraan bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Dengan demikian diharapakan dapat terwujud perkembangan Koperasi dan UKM semakin meningkat dan berkembang.

Kami menyadari akan keterbatasan yang ada, oleh karena itu demi kesempurnaan sajian website ini, sebagai wujud partisipasi agar pihak terkait dapat memberikan saran dan pendapat yang positif demi perkembangan kemajuan “Koperasi Usaha Kecil dan Menengah” di masa yang akan datang. Serta tidak lupa Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Probolinggo menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan berperan dalam sajian website ini.

Sejarah Probolinggo

jabung

Pada zaman Pemerintahan Prabu Radjasanagara (Sri Nata Hayam Wuruk) raja Majapahit yang ke IV (1350-1389),  Terdapat  pedukuhan kecil di bawah pemerintahan Akuwu di Sukodono. Nama pedukuhan ini adalah “Banger” dikenal dari buku Negarakertagama yang ditulis oleh pujangga kerajaan Majapahit yang terkenal, yaitu Prapanca. Sejalan dengan perkembangan politik kenegaraan/kekuasaan pada zaman kerajaan Majapahit,

Pemerintahan di Banger juga mengalami perubahan-perubahan/perkembangan seirama dengan perkembangan zaman. Semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger, kemudian berkembang manjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu,

Baca selengkapnya...